Minggu, 15 Januari 2017

ketika Akhwat Merasakan Cinta


Akhwat merasakan cinta...

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia.
Bukankah cinta adalah fitrah manusia?
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta?
Mereka juga punya hati dan rasa...

Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...

Namun sebaliknya...

KETIKA AKHWAT MERASAKAN CINTA...



Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap.

Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirnya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi..

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sebuah asa yg tak semestinya..

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu..

Yang ada adalah malam-malam yang di penuhi air mata penyesalan atas cintaNya yang ternodai..

Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah..

Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit..

Saat akhwat merasakan cinta...

Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh darinya...

Tak ada kata-kata cinta, dan rayu... Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat...

akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya...

Ketika mereka merasakan cinta, maka perhatikanlah,

kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberi ketenangan di wajahnya yang dulu teduh...

Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya...

Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan...

Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta... Karena yang ada adalah penderitaan...

Tapi ukhti.. Bersabarlah.. Jadikan ini ujian dari Rabb-mu..

Matikan rasa itu secepatnya...

Pasang tembok pembatas antara kau dan dia...

Pasang duri dalam hatimu agar rasa itu tak tumbuh bersemai...

Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang tersingkap...

Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah pada Rabb-mu...

Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabb-mu..

Ukhti.. Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya... Karena bila memang kalian di takdirkan bersama,

maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu..

Tapi ketahuilah, bagamanapun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya,
maka tak akan pernah kalian bersatu..

Ukhti.. Bersabarlah.. Biarkan Allah yg mengaturnya.. Maka yakinlah.. Semuanya akan baik-baik saja..

Kamis, 24 April 2014

Pengaruh Negatif Facebook bagi Wanita


Banyak perempuan yang terobsesi memiliki tubuh kurus dan kencang seperti model pakaian dalam Victoria's Secret. Hal ini ternyata menimbulkan citra tubuh yang buruk pada kaum perempuan, bahwa tubuh yang ideal adalah yang langsing.Kini, studi terbaru yang akan dipresentasikan pada bulan Mei di konferensi tahunan International Communication Association, Seattle, menemukan bahwa wanita muda yang menghabiskan banyak waktu di Facebook cenderung berpikiran negatif soal tubuh mereka."Perhatian yang dicurahkan para mahasiswi pada atribut fisiknya bisa lebih berbahaya jika didapatkan dari Facebook, ketimbang dari media tradisional. Dampak posting -an gambar-gambar perempuan bertubuh langsing di Facebook menjadi lebih kuat karena para perempuan itu adalah teman-teman mereka sendiri, bukan selebriti," papar Yusuf Kalyango, peneliti yang juga profesor bidang jurnalistik di Universitas Ohio.Kalyango menambahkan, menjadikan wanita sebagai objek di dunia online, dan perbandingan sosial yang terjadi, bisa mengembangkan rasa malu terhadap citra tubuh.Kalyango dan peneliti lain dari Universitas Lowa dan Universitas Strathclyde di Skotlandia melakukan survey kepada 881 mahasiswa perempuan di Midwest mengenai kaitan Facebook dengan citra tubuh. Responden juga ditanya mengenai kebiasaan olahraga dan pola makannya.Hasil survey menunjukkan, semakin banyak responden yang khawatir dengan penampilan fisik mereka, dan merasa lebih buruk setelah melihat foto teman-teman mereka di Facebook. Mereka yang pada dasarnya memiliki citra tubuh yang rendah adalah yang paling terpengaruh oleh Facebook."Untuk wanita yang ingin langsing, waktu yang mereka habiskan di Facebook memprediksikan perhatian yang lebih besar terhadap penampilan fisik dan perasaan negatif," demikian salah satu kesimpulan pada studi tersebut.Penelitian lain mengenai hubungan antara gangguan makan dengan Facebook pernah dilakukan terhadap 103 mahasiswi, dan diterbitkan dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior, dan Social Networking  pada 2013. Terlihat, gadis-gadis yang menghabiskan kebanyakan waktunya habis untuk aktivitas berfoto-foto di Facebook cenderung menanamkan citra tubuh yang ideal dalam diri, yaitu yang kurus. Mereka tidak puas dengan berat badan, dan selalu terpacu untuk menjadi kurus.Claire Mysko, seorang ahli citra tubuh yang mengawasi program Proud2Bme di National Association Eating Disorder, menyarankan penggunanya untuk berhati-hati terhadap setiap pengaruh yang ditimbulkan oleh jejaring sosial. Media sosial justru harus menjadi alat positif yang memberikan edukasi, informasi, dan sosialisasi kepada masyarakat luas.“Masyarakat, khususnya remaja dan anak-anak, adalah kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh Facebook. Gangguan makan yang terjadi di Amerika pada sebagian remaja wanita sebagian besar dipicu obsesi yang berlebih akan tubuh kurus seperti supermodel di Facebook,” jelas Claire Mysko. Ridho Nugroho/ Shine

Berbahaya, Kemasan Makanan Dan Minuman Dari Plastik Ternyata Pemicu Kanker

ka Anda sering membeli makanan atau minuman kemasan, sebaiknya saat ini Anda mulai hati-hati. Zat penyebab kanker ternyata tidak hanya terdapat pada paparan radikal bebas, tetapi juga ditemukan pada kemasan makanan atau minuman. Seperti yang dikhawatirkan para ahli kesehatan melalui Journal of Epidemiology and Community Health, salah satu jurnal kesehatan di Inggris seperti yang dilansir dari mirror.co.uk.

Beberapa bahan kimia memang secara legal digunakan sebagai campuran pembuatan kemasan makanan dan minuman di berbagai negara seperti Eropa, Amerika Serikat, dan juga termasuk Cina. Tetapi dengan jumlah tertentu sesuai dengan batas yang telah ditetapkan oleh badan kesehatan. Memang dampak paparan bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh manusia tidak akan langsung menimbulkan akibat. Namun, jika terakumulasi dalam jumlah banyak, dikhawatirkan bisa menjadi penyebab kanker. Selain kanker, menurut penelitian bahan kimia dalam kemasan makanan dan minuman ini juga bisa menyebabkan obesitas, gangguan neurologi, serta diabetes.

Organisasi Kesehatan Dunia Dan Lingkungan PBB menyerukan bahwa hal ini menjadi ancaman kesehatan global. Setiap harinya dilaporkan bahwa setiap orang terkena hampir 400 jenis paparan bahan kimia. Nah Ladies, sebaiknya Anda perlu teliti ketika membeli kotak makanan untuk kemasan makanan dan minuman. Periksa apakah produk tersebut bisa digunakan untuk mengemas makanan dan minuman panas atau hanya dingin saja, juga periksa apakah wadah plastik bisa digunakan untuk isi ulang atau sekali pakai.

Ladies, back to nature mungkin bisa menyelamatkan hidup kita dari bahaya bahan-bahan kimia.

Senin, 04 November 2013

Identitas Nasional

 PANCASILA SEBAGAI KEPRIBADIAN DAN IDENTITAS NASIONAL

Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme modern, diletakkanlah prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam hidup berbangsa dan bernegara. Para pensiri Negara menyadari akan pentingnya dasar filsafat ini, kemudian melakukan suatu penyelidikan yang dilakukan oleh badan yang akan meletakkan dasar filsafat bangsa dan Negara yaitu BPUPKI. Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan olehpara pendiri bangsa tersebut yang diangkat dari filsafat hidup atau pandangan umumbangsa Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat Negara yaitu Pancasila. Jadi, dasar filsafat suatu bangsa dan Negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber kepada kepribadiannya sendiri. Menurut Titus, hal ini merupakan salah satu fungsi filsafat adalah kedudukannya sebagai suatu pandangan hidup masyarakat.
Dapat pula dikatakan bahwa Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan Negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa. Jadi, filsafat Pancasila itu bukan muncul secara tiba-tiba dan dipaksakan oleh suatu rezim atau penguasa, melainkan melalui suatu fase historis yang cukup panjang. Pancasila sebelum dirumuskan secara formal yuridis dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar filsafat Negara Indonesia, nilai-nilainya telah ada pada bangsa Indonesia, dalam kehidupan sehari-hari sebagai suatu pandangan hidup, sehingga materi Pancasila yang berupa nilai-nilai tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri. Dalam pengertian seperti ini, menurut Notonegoro, bangsa Indonesia adalah sebagai kausa materialis Pancasila. Nilai-nilai tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri Negara untuk dijadikan sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Proses perumusan materi Pancasila secara formal tersebut dilakukan dalam sidang-sidang BPUPKI pertama, sidang “Panitia 9”, sidang BPUPKI kedua, serta akhirnya disahkan secara formal yuridis sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia.


Unsur-unsur Pembentuk Identitas Nasional Indonesia
          Menurut Prince (2010:01) Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Ke-majemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa.
Suku Bangsa    : Adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa.
Agama              : Bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa Orde Baru tidak diakui sebagai agama resmi negara, tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan.
Kebudayaan    : Pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
Bahasa              : Merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia.
Dari unsur-unsur identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian sebagai berikut:
1)  Identitas Fundamental, yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa, Dasar Negara, dan ldeologi Negara.
2)  Identitas Instrumental, yang berisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.
3)  Identitas Alamiah yang meliputi Negara Kepulauan  (archipelago) dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, serta agama dan kepercayaan (agama).




Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Identitas Nasional dan Unsur Unsur Identitas Nasional :

- Heri Herdiawanto dan Jumanta Hamdayama, 2010. Judul : Cerdas, Kritis, Dan Aktif Berwarganegara (Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi). Penerbit ERLANGGA : Jakarta.


Senin, 15 April 2013

Cara membuat animasi text seperti diketik di visual basic 6.0

Berikut adalah tutorial membuat label atau text dalam vb 6 menjadi seolah diketik
1.       Pertama buka visual basic 6.0
2.       Pilih standar.exe
3.       Masukan 3 buah komponen berikut
a.       Label
b.      Timer dgn property è enabled = false, interval = 300
c.       Command buton dgn property è caption = mainkan
4.       Masukkan listing berikut
 
Private Sub Command1_Click()
If Command1.Caption = "mainkan" Then
    Timer1.Enabled = True
    Command1.Caption = "Stop"
Else
    Timer1.Enabled = False
    Command1.Caption = "mainkan"
End If
End Sub
Private Sub Form_Load()
Label1.Caption = "A"
End Sub
Private Sub Timer1_Timer()
Select Case Label1

    Case "A"
    Label1.Caption = "AN"
    Case "AN"
    Label1.Caption = "ANI"
    Case "ANI"
    Label1.Caption = "ANIM"
    Case "ANIM"
    Label1.Caption = "ANIMA"
    Case "ANIMA"
    Label1.Caption = "ANIMAS"
    Case "ANIMAS"
    Label1.Caption = "ANIMASI"
    Case "ANIMASI"
    Label1.Caption = "A"
   
End Select
End Sub
Lalu jalankan dengan menekan tombol F5 pada keyboard, pelajari setiap logika yang di pakai pada program orang lain, maka anda akan mempunyai banyak penyelesaian masalah dalam pembuatan program.
 Terimakasi sudah membaca
You might also like:

Aplikasi Sederhana Visual Basic 6.0 Penghitung Nilai Resistor

Kembali lagi saya mempost kan tentang Tutorial Program / Aplikasi sederhana Visual Basic 6.0 lebih tepatnya Program Penghitung Nilai Resistor 4 gelang.

Sebelum menuju pada pembuatan programnya, saya akan menjelaskan sedikit tentang Penghitungan Nilai Resistor 4 gelang

Dalam Resistor 4 Gelang, terdapat 13 warna , terdiri dari :
1. Hitam
2. Coklat
3. Merah
4. Orange
5. Kuning
6. Hijau
7. Biru
8. Ungu
9. Abu-Abu
10. Putih
11. Emas
12. Perak
13. Tanpa Warna

Lihat pada Tabel Dibawah ini.


Warna
Gelang 1
Gelang 2
Gelang 3
Gelang 4
( Digit 1 )
( Digit 2 )
( Penggali  )
Toleransi / %
Hitam
-           
0
1
-
Coklat
1
1
0
1
Merah
2
2
100
2
Orange
3
3
1000
3
Kuning
4
4
10.000
4
Hijau
5
5
100.000
5
Biru
6
6
1000.000
6
Ungu
7
7
10.000.000
7
Abu-Abu
8
8
100.000.000
8
Putih
9
9
1000000000
9
Emas
-
-
0.1
5
Perak
-
-
0.01
10
Tanpa Warna
-
-
0.001
20

Langsung saja ke Contoh Soal penentuan Nilai Resistor secara Manual ( Menggunakan otak ) :

Gelang 1 = Merah
Gelang 2 = Merah
Gelang 3 = Biru
Gelang 4 = Emas

Jawab :

Merah = 2
Merah = 2
Biru = 1000.000
Emas = 5 %

Nilai Resistor = 22.000.000  ± 5 %
                     = 22.000.000   ±  5 / 100
                     = 22.000.000    ± 1100.000
                     =  22,000.000  + 1.100.000 =  23.100.000
                     = 22.000.000 - 1.100.000 = 20.900.000
                      = 23.100.000 hingga  20.900.000

Jika anda belum mengerti maka search aja di Google


Oke, langsung saja

Pembuatan Program Penghitung Nilai Resistor 4 gelang :

Buatlah sebuah form dengan Kontrol 5 Label , 4 ComboBox , 1 Command Button, 1 ListBox

Atur hingga seperti ini , Untuk Lebih Jelas Dalam Melihat Gambarnya Silahkan Klik ini LIHAT GAMBAR

contoh program sederhana visual basic 6.0


Atur Properti Caption Label 1   - Label 4 = Warna Gelang 1 - Warna Gelang 4
Atur Properti Caption Label 5 = Nilai Resistor
Atur Properti Caption Command 1 = Lihat Hasil
Atur Properti Text Combo1 - Combo 4 = Pilih Warna

Masukkan Kode dibawah ke Project1 = Form ( Code ) :


Dim gelang1 As Byte, gelang2 As Byte, gelang3 As Single, gelang4 As Single


Private Sub Command1_Click()
Call Data
Call Atasi
hasilgelang! = gelang3 * (gelang1 & gelang2)

persen! = hasilgelang * gelang4
With List1
        .Clear
        .AddItem gelang3 * (gelang1 & gelang2) & " " & "±" & " " & Format(gelang4, "0%")
        .AddItem ""
        .AddItem gelang3 * (gelang1 & gelang2) & " " & "± " & persen
        .AddItem ""
        .AddItem gelang3 * (gelang1 & gelang2) & " " & "+ " & persen & "  = " & gelang3 * (gelang1 & gelang2) + persen
        .AddItem ""
        .AddItem gelang3 * (gelang1 & gelang2) & " " & "- " & persen & "  = " & gelang3 * (gelang1 & gelang2) - persen
        .AddItem ""
        .AddItem gelang3 * (gelang1 & gelang2) + persen & " - " & gelang3 * (gelang1 & gelang2) - persen
End With
End Sub

Private Sub Form_Load()


        Call data_awal(Combo1)



       Call data_awal(Combo2)



       Call data_awal(Combo3)



       Call data_awal(Combo4)



End Sub

Sub Data()
 Select Case Combo1.Text
                 Case "Hitam"
                    gelang1 = Empty
                 Case "Coklat"
                    gelang1 = 1
                 Case "Merah"
                    gelang1 = 2
                 Case "Orange"
                    gelang1 = 3
                 Case "Kuning"
                    gelang1 = 4
                 Case "Hijau"
                    gelang1 = 5
                 Case "Biru"
                    gelang1 = 6
                 Case "Ungu"
                    gelang1 = 7
                 Case "Abu-Abu"
                    gelang1 = 8
                 Case "Putih"
                    gelang1 = 9
                 Case "Emas"
                    gelang1 = Empty
                 Case "Perak"
                    gelang1 = Empty
                 Case "Tanpa Warna"
                    gelang1 = Empty
          End Select
                 
          Select Case Combo2.Text
                 Case "Hitam"
                    gelang2 = 0
                 Case "Coklat"
                    gelang2 = 1
                 Case "Merah"
                    gelang2 = 2
                 Case "Orange"
                    gelang2 = 3
                 Case "Kuning"
                    gelang2 = 4
                 Case "Hijau"
                    gelang2 = 5
                 Case "Biru"
                    gelang2 = 6
                 Case "Ungu"
                    gelang2 = 7
                 Case "Abu-Abu"
                    gelang2 = 8
                 Case "Putih"
                    gelang2 = 9
                 Case "Emas"
                    gelang2 = Empty
                 Case "Perak"
                    gelang2 = Empty
                 Case "Tanpa Warna"
                    gelang2 = Empty
          End Select
       
          Select Case Combo3.Text
                 Case "Hitam"
                    gelang3 = 1
                 Case "Coklat"
                    gelang3 = 10
                 Case "Merah"
                    gelang3 = 100
                 Case "Orange"
                    gelang3 = 1000
                 Case "Kuning"
                    gelang3 = 10000
                 Case "Hijau"
                    gelang3 = 100000
                 Case "Biru"
                    gelang3 = 1000000
                 Case "Ungu"
                    gelang3 = 10000000
                 Case "Abu-Abu"
                    gelang3 = 100000000
                 Case "Putih"
                    gelang3 = 1000000000
                 Case "Emas"
                    gelang3 = 0.1
                 Case "Perak"
                    gelang3 = 0.01
                 Case "Tanpa Warna"
                    gelang3 = 0.001
          End Select
       
           Select Case Combo4.Text
                 Case "Hitam"
                    gelang4 = Empty
                 Case "Coklat"
                    gelang4 = 0.01
                 Case "Merah"
                    gelang4 = 0.02
                 Case "Orange"
                    gelang4 = 0.03
                 Case "Kuning"
                    gelang4 = 0.04
                 Case "Hijau"
                    gelang4 = 0.05
                 Case "Biru"
                    gelang4 = 0.06
                 Case "Ungu"
                    gelang4 = 0.07
                 Case "Abu-Abu"
                    gelang4 = 0.08
                 Case "Putih"
                    gelang4 = 0.09
                 Case "Emas"
                    gelang4 = 0.05
                 Case "Perak"
                    gelang4 = 0.1
                 Case "Tanpa Warna"
                    gelang4 = 0.2
          End Select
End Sub

Sub data_awal(x As ComboBox)
             x.AddItem "Hitam"
             x.AddItem "Coklat"
             x.AddItem "Merah"
             x.AddItem "Orange"
             x.AddItem "Kuning"
             x.AddItem "Hijau"
             x.AddItem "Biru"
             x.AddItem "Ungu"
             x.AddItem "Abu-Abu"
             x.AddItem "Putih"
             x.AddItem "Emas"
             x.AddItem "Perak"
             x.AddItem "Tanpa Warna"
End Sub

Sub Atasi()
        If Combo1.Text = "Pilih Warna" Then
           MsgBox "Anda Belum Memilih Warna Gelang 1", vbCritical, "ERROR"
        Exit Sub
                  Else
        If Combo2.Text = "Pilih Warna" Then
           MsgBox "Anda Belum Memilih Warna Gelang 1", vbCritical, "ERROR"
        Exit Sub
                   Else
        If Combo3.Text = "Pilih Warna" Then
           MsgBox "Anda Belum Memilih Warna Gelang 1", vbCritical, "ERROR"
        Exit Sub
                   Else
        If Combo4.Text = "Pilih Warna" Then
           MsgBox "Anda Belum Memilih Warna Gelang 1", vbCritical, "ERROR"
        Exit Sub
              End If
           End If
        End If
    End If
End Sub




membuat program stopwatch menggunakan VisualBasic 6.0



Pasti Anda tau dengan yang namanya stopwatch, stopwatch adalah alat pengukur waktu. Pada postingan ini saya akan membahas pembuatan program stopwatch menggunakan visual basic 6.0


Pada program ini pengukur waktu yang digunakan dalam satuan menit,detik dan milidetik. Rancanglah Form seperti tampilan gambar diatas.

Source Code dari program diatas :
———————————————————————————————-
Private Sub CmdStart_Click()
Xmili.Caption = “00″
xdetik.Caption = “00″
xmenit.Caption = “00″
Timer1.Enabled = True
CmdStart.Enabled = False
CmdStop.Enabled = True
End Sub
Private Sub CmdStop_Click()
Timer1.Enabled = False
CmdStart.Enabled = True
CmdStop.Enabled = False
End Sub
Private Sub Form_Load()
Timer1.Enabled = False
CmdStop.Enabled = False
End Sub
Private Sub Timer1_Timer()
Xmili.Caption = Val(Xmili.Caption) + 1
If Len(Xmili.Caption) = 1 Then Xmili.Caption = “0″ & Xmili.Caption
If Xmili.Caption = “60″ Then
Xmili.Caption = “00″
xdetik.Caption = Val(xdetik.Caption) + 1
If Len(xdetik.Caption) = 1 Then xdetik.Caption = “0″ & xdetik.Caption
End If
If xdetik.Caption = “60″ Then
xdetik.Caption = “00″
xmenit.Caption = Val(xmenit.Caption) + 1
If Len(xmenit.Caption) = 1 Then xmenit.Caption = “0″ & xmenit.Caption
End If
End Sub